Kutipan Tausiyah Habib Umar di Monas 7 Mei 2012 #part3


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dengan atas dasar kegembiraan kita dengan rahmat Allah, maka marilah kita tempuh jalan yang mulia ini. Seandainya kalian berpegang teguh dengan proyek yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni apa yang disebutkan oleh Kiyai Tirmidzi mengenai hak muslim atas muslim yang lain, yaitu ada 6 perkara. Seandainya kita berpegang teguh maka ini semua akan berpengaruh besar pada masyarakat kita.

Yang pertama adalah mengawali mengucap salam terhadap muslim lain, Sungguh agama kalian adalah agama salam yaitu agama kesejahteraan. Dan Al-Qur’an itu memberi jalan keridhaan bagi yang mengikutinya dengan tuntunan jalan keridhaan yang mulia. Dan pondasi-pondasi  keamanan dan keselamatan dan kedamaian di seluruh ummat manusia yang menyebar ini, pondasinya dikokohkan oleh satu Manusia yang luhur Muhammad SAW. Dan beliaulah yang bersabda, “Demi Allah yang mana nyawaku berada di genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk ke dalam surga hingga kalian beriman, dan kalian belum di anggap beriman hingga kalian saling mencintai satu sama lain”.

Maukah kalian aku tunjukkan akan suatu amalan? Apabila kalian lakukan kalian akan saling mengasihi satu sama lain, maka Rasul SAW bersabda, “sebarkanlah salam di antara kalian”. Maka hidupkanlah sunnah ini setiap kalian menemui kaum muslimin. Dan jadikanlah salam itu jangan hanya dengan lidah tapi dengan cinta dari hati yang terdalam dan dengan senyum yang indah, dan perbanyaklah salam ini terutama pada tetangga, kerabat, kemudian jangan berikan salam pada orang tertentu saja, tapi umum kepada setiap muslim. Sungguh salah satu dari tanda dekatnya hari kiamat adalah orang muslim tidak mau bersalam kecuali pada orang yang dikenalnya saja. Di sana ada hal yang besar dimana masyarakat dan kebaikan mereka tergantung dari hal ini.

Apabila seorang muslim meminta nasihat maka nasihati orang tersubut, memberikan keseriusan dan nasihat petunjuk pada setiap muslim tanpa menipunya dan menyembunyikan, jangan mengkhianati dan menipunya, jangan buruk sangka padanya, jangan gembira pada musibah yang menimpanya, cintailah seorang muslim itu seperti kau mencintai dirimu. Jika imanmu lebih kuat maka engkau akan mencitai dia lebih daripada terhadap dirimu sendiri.

Apabila seorang muslim minta nasihat maka nasihati dia dan hidupkan dari hal yang mulia yaitu menjenguk orang yang sakit. Dan juga hidupkan saling mengunjungi, dan saling mendatangi undangan akan membawa manfaat agung bagi kalian, khususnya bagi yang betul-betul ikhlas karena Allah.

Dan sesungguhnya menghadiri undangan pernikahan dan semacamnya memberikan manfaat yang besar di dalam saling mengasihi antar ummat jika perkumpulan tersebut tidak dirusak dengan kemaksiatan seperti menunda-nunda shalat hingga habis waktunya atau diadakan satu hal yang membuat kaum laki dan perempuan saling campur aduk dalam pesta tersebut. Jangan kita meremehkan dan membiarkan kaum wanita membuka-buka aurat dan kita anggap enteng hal tersebut, baik itu dilakukan oleh ibumu atau saudara perempuanmu, atau istrimu atau kerabatmu atau family wanita mu, apakah engkau rela besok di hari kiamat dikumpulkan bersama wanita-wanita yahudi atau wanita-wanita nasrani ataupun wanita-wanita semacam itu yang gemar membuka auratnya sembarangan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: