Siapakah Yang Dimaksud Ahlubait Rasulullah SAW ???


Istilah Ahlubait (keluarga dan keturunan) Rasulullah SAW berasal dari firman Allah SWT yang terdapat pada surat Al Ahzab ayat 33, “Sesunggunya Allah hendak menghapuskan noda dan kotoran dari kalian Ahlubait, dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.” Ahlubait menurut bahasa berarti “Keluarga” atau “Anggota Rumah Tangga”. Namun dalam hal ini, Ahlubait itu merupakan anggota keluarga Rasulullah SAW yang dikhususkan kemuliaannya. Mereka berjumlah lima orang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW ketika turun ayat tersebut (surat Al Ahzab ayat 33), “Telah diturunkan ayat ini kepada lima orang, yakni aku sendiri, Ali, Hasan, Husain dan Fathimah.” (Jamharatul Aulya, hal. 228, Sayyid Mahmud Abu Faidh Al Manufi Al Husaini)

Imam Muhammad bin Jarir Ath Thabari meriwayatkan dari Waqi, dari Abdurrahman bin Bahram, dari Syahr bin Hausyab, dari Fudhail bin Marzuq, dari Athiyyah, dari Abu Sa’id Al Kudhri, bahwa Ummul Mu’minin Hindun binti Umayyah (Ummu Salamah) berkata, “Ketika turun ayat “Sesungguhnya Allah hendak menghapuskan noda dan kotoran dari kalian Ahlubait, dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.”, Rasulullah SAW memanggil Ali, Fathimah, Hasan dan Husain. Kemudian beliau menyelimuti mereka dengan Kisa (selimbut) buatan Khaibar sambil berucap, “Yaa Allah, mereka Ahlubaitku. Yaa Allah, hapuskanlah kotoran dari mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya.” (Tafsir Ath Thabari Al Musamma Jami’al Bayan Fii Ta’wilil Quran, juz XXII, hal 297-298, Imam Ibnu Jarir Ath Thabari)

Kedudukan khusus para Ahlubait itu juga diperkukuh oleh kesaksian dari Imam Ibnu Abbas yang berkata, “Aku menyaksikan sendiri selama sembilan bulan Rasulullah SAW secara terus-menerus menghampiri kediaman Ali bin Abu Thalib setiap beliau hendak sembahyang di masjid. Beliau selalu mengatakan, “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Seungguhlah Allah hendak menghapuskan noda dari kalian Ahlubait dan benar-benar hendak mensucikan kalian. Marilah sembahyang, semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian.” Tidak diragukan lagi bahwa ucapan Rasulullah SAW itu ditujukan kepada Ali bin Abu Thalib, Fathimah dan dua orang cucu beliau, yaitu Hasan dan Husain.”

Dari keterangan singkat diatas, maka jelaslah bahwa yang dimaksud dengan Ahlubait dalam surat Al Ahzab ayat 33 adalah anggota keluarga Rasulullah SAW yang disucikan, yaitu Ali bin Abu Thalib, Fathimah Azzahra, Hasan dan Husain dan semua anak keturunan dari mereka, yang zaman ini disebut dengan pada Sayyid atau Habib atau Syarif untuk laki-lakinya, dan Sayyidah atau Hababah atau Syarifah untuk perempuannya. Penafsiran dan definisi tersebut sepenuhnya didasarkan pada ucapan-ucapan Rasulullah SAW sendiri, dengan kata lain, beliaulah yang menafsirkan sendiri ayat tersebut, sesuai tuntunan wahyu dari Allah SWT. Maka merekalah pemilik keutamaan yang ada pada diri Rasulullah SAW.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: