LAPORAN 1 (Pengenalan Alat dan Bahan Pembersih)

BAB V

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

  1. A.    Hasil Pengamatan

1.1  Pengenalan Bahan Pembersih

Tabel 1

Nama Produk dan gambar

Bahan Aktif

Kegunaan

Cara Pemakaian

Cara Menghindari Bahaya

Rinso (cair)

 

 

16% Natrium Alkil Benzena Sulfonat, 6% Natrium Lauril Eter Sulfat, 2% Alkohol Etoksilat. Mencucu benda kotor seperti pakaian. Oleskan rinso cair pada noda pakaian, kucek, diamkan. Larutkan 1 sachet rinso detergen cair ke 10L air,rendam pakaian 30 menit. Kucek seperlunya dan bilas. Simpan di tempat kering, tertutup,jauhkan dari anak-anak.
Detergen Daia

LAS Membersihkan piring, gelas, dan semua perabot rumah tangga. Larutkan dalam air dan gosok ke tempat yang kotor, bilas. Simpan di tempat kering.

Jangan terkena mata.

Jauhkan dari anak-anak.

Soklin softener

 

 

 

Sodium Dodecyl Benzene Sulfonat Membersihkan sekaligus melembutkan. Larutkn dalam air. Masukkan rendaman. Simpan di tempat kering.

Jauhkan dari anak-anak.

Ekonomi

 

Sodium Alkil Benzene Sulfonat Hilangkan bau tak sedap, mencuci hingga bersih Oleskan pada pakaian yang kotor, kucek, dan bilas. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Simpan di tempat yang kering.

Sunlight

 

15% (Natrium Alkil Benzena Sulfonat, Natrium Lauril Eter Sulfat). Pembersih lemak Larutkan dalam air, masukkan spons, dan gosok pada benda kotor. Juhkan dari jangkauan anak-anak.
Abu Gosok

 

 

 

Karbon Membersihkan npda membandel. Taburkan pada benda kotor, gosok, dan bilas. Jauhkan dari hidung, mata, dan jangkauan anak-anak.
VIM super KIFA

 

Clorin Mencuci peralatan makan, seperti, piring, gelas, dll. Aliri peralatan tersebut dengan air. Setelah itu, taburkan Vim lalu gosok dan bilas. Jauhkan dari anak-anak.

Hindari kontak yang terlalu lama dengan tangan.

Simpan di tempat kering.

 

Pembahasan :

Pada praktikum pengenalan bahan pembersih telah di jelaskan cara-cara menggunakan bahan pembersih yang baik. Di sini kita mempelajari bahan-bahan pembersih seperti rinso (cair), detergen daia, soklin softener, ekonomi, sunlight, abugosok, dan VIM super kifa. Dari semua bahan pembersih yang ada, ada yang dapat digunakan untuk pembersih peralatan dapur seperti ekonomi, sunlight, abugosok, dan VIM, ada yang dapat di gunakan untuk pembersih pakaian seperti rinso (cair), detergen daia, soklin softener, ekonomi. Bahan pembersih ekonomi bisa di gunakan untuk membersihkan pakaian dan peralatan dapur. Untuk membersihkan tabung atau botol juga dapat menggunakan bahan pembersih sunlight, rinso, detergen daia.

Dari semua bahan pembersih yang ada di sini, memiliki kelebihan dan kelamahannya masing-masing. Misalnya pada bahan pembersih sabun cair, sabun cair yang mengandung natrium bisa menghilangkan bau amis, lemak, dan minyak yang masih menempel di peralatan makan dan dapur. Namun kelemahan dari sabun cair adalah kurang efektif jika dipakai pada perlatan yang terbuat dari plastik.

Dibanding dengan sabun cair, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Detergen juga mengandung surfaktan. Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan Aktif ini berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan. Yang termasuk surfaktan yaitu Alkyl Benzene Sulfonate (ABS) dan Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS).

Namun detergen juga memiliki kelemahan. Kelemahannya adalah dapat membuat tangan terasa panas. Saya akan coba jelaskan bagaimana ini bisa terjadi. Bahan kimia yang merupakan bahan deterjen ada yang termasuk keras dan ada pula yang termasuk lunak. Keras-lunaknya deterjen tergandung pada kadar pH (tingkat keasaman atau kebasaan) jenis zat-zat kimia di dalam deterjen, terutama dari bentuk rantai kimia dan jenis gugus fungsi surfaktan. Detergen bersifat basa. Dari kadar pH deterjen yang sangat basa (9,5-12), diketahui bahwa deterjen memang bersifat korosif. Hal ini dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Sementara pada susunan rantai kimia surfaktan terdapat formulasi bahwa semakin panjang dan bercabang rantai surfaktan, akan semakin keras deterjen tersebut. Sedangkan dari jenis gugus fungsinya, maka gugus fungsi sulfonat bersifat lebih keras dibandingkan gugus fungsi karboksilat. Deterjen yang keras dapat menimbulkan masalah pada kulit. Biasanya bila terkena deterjen yang keras, kulit terasa kering, melepuh dan retak-retak, kulit tangan gampang mengelupas, hingga timbulnya bintik-bintik gatal berair di telapak tangan maupun kaki. Untuk mengatasi itu, sebaiknya orang yang menggunakan detergen harus menghindari kontak langsung kulit dengan deterjen. Kalaupun sudah terlanjur kontak, maka tangan/ kaki yang terkena harus cepat dibilas air bersih dan dikeringkan.

1.2  Pengenalan Alat Pemberesih

Tabel 2

Nama Alat dan Gambar

Kegunaan

Cara penggunaan

Cara Pemeliharaan

Sikat pakaian

 

Menghilangkan kotoran pada benda seperti pakaian. Disikat pada benda/ pakaian yang bernoda. Keringkan setelah di pakai agar tidak berjamur.
Sikat Tabung/ Botol

 

Membersihkan kotoran pada botol atau tabung. Disikat pada tabung yang kotor. Keringkan setelah pemakaian.
Spons

 

 

 

 

Pencuci serba guna. Gosok pada benda yang kotor. Keringkan setelah pemakaian.
Kuas

 

Membersihkan neraca analitik, mengoleskan mentega pada Loyang. Sikat pada daerah yang kotor.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bersihkan setelh pemakaian
Sikat kawat

 

Membersihkan noda membandel. Sikat pada benda yang bernoda. Bersihkan setelah pemakaian.
Sikat setrika

 

Membersihkan noda/kotoran dari benda. Sikat pada benda yang bernoda. Keringkan setelah pemakaian.
Livina Kitchen Brush

 

Membersihkan Noda di dapur. Sikat pada benda yang bernoda. Bersihkan dan keringkan setelah pemakain.
Sabut Kawat

 

 

Membersihkan kotoran membandek pada benda. Gosok pada benda yang kotor. Bersihkan setelah pemakaian.
Magic Towel

 

Mengelap benda yang basah. Lap pada benda yang masih basah. Bersihkan setelah pemakaian.

Simpan dalam keadaan lembab.

Sikat Lantai

 

 

 

Membersihkan lantai yang kotor. Sikat pada lantai yang kotor. Bersihkan setelah pemakaian.

 

Pembahasan :

Pada saat membersihkan alat-alat laboratorium, kita juga membutuhkan alat bantu untuk membersihkan kotoran-kotoran yang tidak dapat di jangkau oleh tangan kita. Pada praktikum kali ini kita mempelajari bagaimana menggunakan alat pembersih dengan sikat pakaian, sikat tabung/bototl, spons, kuas, sikat kawat, sikat setrika, livina kitchen brush, sabut kawat, magic towel, sikat lantai. Masing-masing alat memiliki fungsinya sendiri yang sudah saya tulis pada tabel 2.

Agar alat-alat laboratorium dan alat pembersihnya awet, maka harus dirawat sebaikbaiknya. Dengan cara di cuci atau di bersihkan setelah pemakaian. Seperti pada alat pembersih, peralatan ini sering terabaikan karena di anggap “membersihkan diri sendiri”.

1.3  Pengenalan Peralatan Pengolahan

Tabel 3

Nama Alat dan Gambar

Kegunaan

Cara Pemakaian

Cara pemeliharaan

Pasta Maker (Otomatis)

 

Alat untuk membuat pasta. Contohnya Spaghetti, dll. Masukkan adonan, digiling, hasil sesuai cetakan. Cuci sampai bersih setelah pemakaian.
Pasta Maker (Manual)

 

Untuk membuat adonan. Biasanya untuk memipihkan adonan mie dan mencetak mie. Masukan adonan, digiling, hasil sesuai cetakan. Cuci sampai bersih setelah pemakaian.
Standing Mixer

 

Membuat adonan. Masukkan adonan, dan campur adonan. Cuci sampai bersih setelah pemakaian.
Food Processor

 

Untuk memotong (slicer). Masukkan bahan, dn secara otomatis akan terpotong. Cuci sampai bersih setelah pemakaian.
EsKrim Maker

 

 

Membuat es krim. Masukan bahan yang akan di buat es krim, dinginkan, tutup, hidupkan, diamkan 1 jam. Cuci sampai bersih setelah pemakaian.
Blender

 

Menghancurkan dan melumatkan semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk memasak. Masukkan semua bahan ke dalam tabung blender, Pasang penutup blender, Pilih kecepatan yang diinginkan.Matikan (+ 3 menit) Cuci sampai bersih setelah pemakaian.
Grinder

 

 

 

 

Menghancurkan semua bahan yang teksturnya lebih kasar. Masukkan semua bahan, dan nyalakan. Cuci sampai bersih setelah pemakaian.

 

Pembahasan :

Di abad 21 ini perkembangan teknologi sudah sangat maju. Terutama dalam Teknologi Industri Pangan. Untuk pengolahan pangan di perlukan peralatan yang berkualitas dan sudah pasti canggih. Dalam indsutri pangan baik skala rumah tangga maupun industri besar pengetahuan mengenai peraatan yang digunakan sangatlah perlu. Pada praktikum kali ini kita mempelajari peralatan-peralatan pengolahan, seperti pasta maker, standing mixer, food processor, eskrim maker, blender, dan grinder.

Masing-masing alat memiliki fungsi yang berbeda-beda. Dengan kebutuhan konsumen di jaman sekarang ini yang ingin serba praktis, cepat, dan instan diciptakan sebuah alat yang bernama food processor, peralatan tersebut ialah gabungan dari grinder,blender,slicer dan juicer. Keunggulan dari food processor ialah multifungsi, namun dari kecanggihan dari barang tersebut, produsen bisa mengambil keuntungan yang lebih dengan menjual harga yang mahal. Kemudian terdapat alat yang bernama blender dan grinder. Kedua alat ini sama-sama berfungsi sebagai penghancur bahan pangan, tetapi blender di gunakan untuk menghancurkan bahan pangan yang berstruktur halus, sedangkan grinder digunakan untuk meghancurkan bahan pangan yang berstruktur lebih kasar.

Semua peralata pengolahan harus di rawat sebaik-baiknya agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama (awet). Peralatan penyimpanan dan persiapan harus di tempatkan pada tempat yang terjangkau oleh pengguna. Peralatn pembersihan dan pemasakan harus di susun sedemikian rupa, sehingga bila bahan pangan dibersihkan dan akan dimasak, alat yang di gunakan tetap bersih.

1.4  Cara Pengukuran dan Penimbangan

Tabel 4

Nama Alat Penimbang dan Gambar

Kegunaan

Cara Pemakaian

Cara pemeliharaan

Timbangan Kue

 

Menimbang adonan kue.

Ketelitiann: ± 50 gr

Kapasitas: 10 Kg

Letakkan bahan/ adonan di atas timbangan. Cuci sampai bersih setelah pemakaian.
Neraca Analitik

 

Untuk menimbang bahan pangan.

Ketelitian: 4 angka desimal.

Kapasitas: 100-110 gr

Masukkan cawan, atur ke nol, masukkan bahan yang akan di timbang. Bersihkan bahan yang jatuh ke dalam neraca analitk dengan menggunakan kuas.

 

Pembahasan :

Pada praktikum kali ini kita hanya mempelajari dua alat penimbang yaitu timbangan kue dan neraca analitik. Kedua alat memiliki fungsi, ketelitian, dan kapasitas yang berbeda.

Neraca analitik sudah jelas lebih akurat dari pada timbangan kue, karena neraca analitik mempunyai ketelitian empat angka desimal yaitu 0,0001 gram sedangkan timbangan kue hanya memiliki ketelitian 50 gram. Oleh sebab itu neraca analitik lebih sering digunakan apalagi untuk menimbang bahan-bahan kimia yang sangat membutuhkan keakuratan dalalm penimbangan. Apabila ada benda yang tumpah di dalam neraca analitik harus segera dibersihkan karena dapat mempengaruhi keakuratan penimbangan. usahakan neraca analitik harus selalu dalam keadaan bersih. Sedangkan timbangan kue biasanya di gunakan untuk menimbang adonan kue.

Cara menggunakan neraca analitik yaitu, kosongkan terlebih dahulu isi di dalam neraca analitik, letakkan cawan atau beaker glass, lalu neraca analitik akan membaca massa cawan atau beaker glass tersebut, lalu atur ke nol terlebih dahulu. Setelah itu masukkan bahan yang akan kita timbang. Cara menggunakan timbangan kue lebih mudah daripada neraca analitik, yaitu hanya meletakkan bahan yang akan di timbang di atas timbangan dan catat berapa beratnya bahan tersebut.

Cara membersihkan kedua alat timbang ini sangat mudah, kita tinggal membersihkannya dengan kain lap atau kuas.

 

BAB VI

KESIMPULAN

            Dari praktikum pengenalan dan pemeliharaan laporatrium kali ini saya dapat mengetahui berbagai macam alat dan bahan pembersih yang baik di gunakan di laoratorium. Contoh alat pembersih adalah sikat dan sabut. Contoh bahan pembersih adalah sabun dan detergen. Dengan begitu kita dapat memelihara laboratorium tempat kerja kita agar selalu dalam keadaan baik. Pada praktikum kali ini juga saya dapat mengetahui peralatan pengolahan seperti food processor yang canggih. Saya juga tahu bagaimana menggunakan peralatan pengolahan dengan baik dan benar. Saya juga dapat mengetahi alat dan cara pengukuran dan penimbangan. Penggunaan peralatan pengukur dan dan teknik pengukuran yang baik dapat membantu memastikan keberhasilan suatu produk. Contoh alat pengukuran dan penimbangan adalah timbangan kue dan neraca analitik.

DAFTAR PUSTAKA

Tjahjadi, C dkk. 2011. Praktikum Bahan Pangan dan Dasar-Dasar Pengolahan. Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor.

Anonim. 2011. Deterjen. http://id.wikipedia.org/wiki/Deterjen (diakses tanggal 21 Februari 2011)

Anonim. 2007. Zat Kimia Apa Yang Terdapat Pada Detergen Bubuk Yang Menyebabkan Tangan Menjadi Panas. http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080407061732AAMLzWO (diakses 21 Februari 2011)

JAWABAN PERTANYAAN

2.1.1 LATIHAN :

 

  1. Apa perbedaan antara detergen dan sabun?
  2. Apa keuntungan dan kerugian memakai detergen dan sabun?

Jawaban :

  1. sabun cair yang mengandung natrium bisa menghilangkan bau amis, lemak, dan minyak yang masih menempel di peralatan makan dan dapur. Namun kelemahan dari sabun cair adalah kurang efektif jika dipakai pada perlatan yang terbuat dari plastik. Dibanding dengan sabun cair, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Kelemahan detergen adalah dapat membuat tangan terasa panas.
  2. Keuntungan memakai sabun cair adalah bisa menghilangkan bau amis, lemak, dan minyak yang masih menempel di peralatan makan dan dapur. Keuntungan memakai deterjen adalah daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air.

Kerugian memakai sabun  kurang efektif jika digunakan untuk mencuci peralatan yang terbuat dari plastik. Kerugian memakai detergjen adalah dapat membuat tangan kita panas.

 

 

 

 

2.2.1 LATIHAN :

1. Apa Perbedaan antara blender dengan grinder?

2. Apa fungsi dari peralatan pengolahan?

 

Jawaban :

  1. Blender dapat digunakan untuk menghancurkan bahan makanan yang lebih halus. contoh: sayuran dan buah.

 

Grinder ialah digunakan untuk menghancurkan bahan makanan yang teksturnya lebih kasar.

Contoh : daging yang sudah di potong-potong sebesar ibu jari,dimasukkan ke dalam grinder  menjadi skala yang lebih kecil lagi.

 

  1. Fungsi dari peralatan pengolahan bahan pangan ialah untuk mempermudah mengubah makanan menjadi makanan yang kita inginkan.

 

 

 

 

 

 

 

2.3.1 LATIHAN :

 

  1. Apa perbedaan antara neraca analitik dengan neraca o-hausse ?
  2. Timbangan mana yang biasa digunakan untuk menimbang bahan kimia ?

 

Jawaban :

  1. Neraca analitik dan o-hausse memiiki kapasitas dan keakuratan berbeda. Neraca analitik memiliki keakuratan 0,0001 gram sedangkan neraca o-husse memliki keakuratan 0,01 gram. Penggunaan kedua alat ini pun berbeda.
  2. Neraca Analitik

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: