LAPORAN 3 (Pengamatan Bentuk Bakteri dan Khamir)

VI. Pembahasan

            Laporan ini akan membahas hasil pengamatan terhadap bakteri dan khamir. Hasil pengamatan terhadap bentuk bakteri dan khamir dapat di lihat pada tabel.

Tabel. Hasil Pengamatan Bentuk Bakteri dan Khamir

Jenis

Bentuk

Keterangan

Sampel A

Lactobacillus acidophilus

 

  • Bentuk batang
  • Bergerombol
  • warna biru, gram positif
  • Bentuk bakteri
  • Perbesaran 100/1,25

sampel B

Bifidobacterium bifidum

  • Kokus
  • Berwarna biru
  • perbesaran 40/0,65
  • Gram positif

Sampel C

Lactobacillus bulgaricus

  • Berwarna ungu
  • Bentuk bakteri
  • Perbesaran 16×40
  • Gram positif
  • Batang, bergerombol

Sampel D

Streptococcus thermophilus

  • Bulat
  • Bergerombol
  • Berwarna merah
  • Bentuk bakteri
  • Perbesaran 16×40
  • Gram negatif

Khamir

Saccharomyces cerevisiae

  • Bentuk khamir
  • Bulat
  • Perbesaran 40/0,65

Bakteri merupakan mikroba uniseluler, yang tersebar luas di alam. Hidupnya ada bebas, saprofit, parasit, dan sebagian patogen pada manusia, hewan, dan tanaman. Bakteri mempunyai ukuran yang sangat kecil sehingga untuk dapat melihatnya harus menggunakan alat bantu yaitu mikroskop. Meskipun terdapat beribu-ribu jenis bakteri yang berbeda, tetapi hanya beberapa bentuk sel saja yang ditemukan.

Pada praktikum ini dilakukan pengamatan terhadap 4 bakteri yaitu Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium bifidum, Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, dan khamir yang berspesies Saccharomyces cerevisiae. Pengamatan bakteri dilakukan di preparat basah, yaitu air disebarkan di atas preparat terlebih dahulu dengan menggunakan ose loop sebelum pengolesan bakteri dilakukan. Jika ingin mengamati di preparat kering, tidak perlu dilakukan penyebaran air di atas preparat, tetapi langsung saja lakukan pengolesan bakteri pada preparat.

Lactobacillus acidophilus adalah salah satu dari delapan genera umum dari bakteri asam laktat. Tiap genus dan spesiesnya mempunyai karakteristik yang berbeda. Namun, secara umum mereka merupakan bakteri gram positif berbentuk kokus atau batang, bersifat non motil, dan nonspora yang memproduksi asam laktat sebagai produk utama dari metabolisme fermentasi dan menggunakan laktosa sebagai sumber karbon utama dalam memproduksi energy. Lactobacillus acidophilus dapat tumbuh baik dengan oksigen ataupun tanpa oksigen, dan bakteri ini dapat hidup pada lingkungan yang sangat asam sekalipun, seperti pada pH 4-5 atau dibawahnya dan bakteri ini merupakan bakteri homofermentatif yaitu bakteri yang memproduksi asam laktat sebagai satu-satunya produk akhir.

Dari hasil pengamatan bentuk bakteri, Lactobacillus acidophilus berbentuk batang, bergerombol, berwarna biru yang termasuk gram positif. Hasil ini diketahui setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 100/1,25. Hasil ini telah sesuai dengan literatur. Jika terdapat hasil pengamatan yang tidak sesuai literatur, biasanya kesalahan terdapat pada mikroskop dan saat pewarnaan gram. Mikroskop yang dipakai harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dipakai. Lensa mikroskop juga harus di periksa terlebih dahulu. Selain itu pada saat pewarnaan gram tidak menutup kemungkinan terdapat kontaminan yang dapat mengganggu pengamatan.

Bifidobacterium adalah salah satu genus bakteri asam laktat yang hidup di dalam usus besar manusia dan hewan. Beberapa karakteristik dari bakteri ini adalah gram positif, anaerobik, non-motil (tidak bergerak), tidak membentuk spora, berbentuk batang, dan memiliki persen G+C (guanosinsitosin) yang tinggi (55-67%). Sel umumnya terlihat berpasangan membentuk huruf V atau Y. Suhu optimal untuk pertumbuhan Bifidobacterium adalah 37-41 °C dan pH optimum antara 6,5-7. Pada praktikum kali akan dilakukan pengamatan bakteri dengan spesies Bifidobacterium bifidum. Bakteri ini telah digunakan secara komersial sebagai probiotik dalam pembuatan yogurt dan produk olah susu lainnya.

Dari hasil pengamatan bentuk bakteri, Bifidobacterium bifidum berbentuk kokus, berwarna biru dan termasuk gram positif. Hasil ini diketahui setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 40/0,65. Hasil pengamatan ini tidak sesuai dengan literatur karena bakteri ini sebenarnya berbentuk batang. Hal ini terjadi karena kerja mikroskop yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Dengan kata lain mikroskopnya sendiri kurang perawatan shingga sering terjadi kesalahan pada saat pengamatan. Lensa mikroskop juga mungkin tidak dibersihkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengamatan. Selain itu juga pada saat pewarnaan gram telah terkontaminasi dengan mikroorganisme lain yang dapat mengganggu pengamatan.

Lactobacillus bulgaricus adalah sejenis bakteri yang berperan dalam pembentukan yogurt. Bakteri ini pertama kali diidentifikasikan oleh seorang dokter asal Bulgaria bernama Stamen Grigorov, pada tahun 1905. Oleh karena itu dinamakan menurut Bulgaria. Bakteri ini merupakan bakteri gram positif berbentuk batang yang panjang, anaerobik fakultatif, dan katalase negatif. Bakteri ini menyerupai streptokoki dalam kebutuhannya akan nutrien. Species dalam jenis  Lactobacillus banyak yang dapat mensintesis vitamin dan banyak yang bersifat termodurik yaitu tahan susu pasteurisasi. Lactobacillus bulgaricus digunakan dalam fermentasi yogurt. Lactobacillus bulgaricus termasuk bakteri homofermentatif. Bakteri homofermentatif memecah gula terutama menjadi asam laktat dan dapat tumbuh pada suhu 37°C atau lebih.

Dari hasil pengamatan bentuk bakteri, Lactobacillus bulgaricus berbentuk batang, bergerombol, berwarna ungu dan termasuk gram positif. Hasil ini diketahui setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 16×40. Hasil pengamatan ini sesuai dengan literatur.

Streptococcus thermophilus merupakan bakteri berbentuk bulat yang hidup secara berpasangan. Bakteri ini bersifat homofermentatif dan dapat memproduksi asam lakatat secara cepat pada kondisi anaerobik. Streptococcus thermophilus adalah jenis bakteri gram positif.

Dari hasil pengamatan bentuk bakteri,  Streptococcus thermophilus berbentuk bulat, bergerombol, berwarna merah dan termasuk gram negatif. Hasil ini diketahui setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 16×40. Hasil pengamatan ini tidak sesuai dengan literatur karena seharusnya bakteri ini adalah bakteri gram positif dan berwarna biru. Kesalahan ini dapat terjadi karena saat praktikan melakukan pengeringan dengan menggunakan kertas serap pada proses pewarnaan gram, kertras serap telah mengikis pewarnaan bakteri yang telah terfiksasi akibat pengeringan gelas objek yang tidak sesuai prosedur.

Khamir merupakan mikroba bersel tunggal dan berukuran antara 5-20µ yang dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual. Khamir berperan dalam pembuatan bir, anggur, minuman keras, roti, dan produk-produk fermentasi lainnya. Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan terhadap khamir berspesies Saccharomyces cerevisiae.  Saccharomyces cerevisiae adalah khamir yang berbentuk bulat. Dalam kultur yang sama, ukuran dan bentuk sel khamir mungkin berbeda karena pengaruh umur sel dan kondisi lingkungan saat pertumbuhan.

Dari hasil pengamatan bentuk khamir,  Saccharomyces cerevisiae berbentuk bulat. Hasil ini diketahui setelah diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 16×40. Hasil pengamatan ini sudah sesuai dengan literatur.

Pengamatan bentuk dan ukuran sel bakteri akan tampak jelas jika dilakukan pewarnaan terhadap sel. Teknik pewarnaan gram harus sesuai prosedur karena dapat mengakibatkan kesalahan identifikasi antara gram positif dan gram negatif.  Teknik pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu atau biru. Dalam proses ini, olesan bakteri yang sudah terfiksasi dikenai larutan-larutan berikut : zat pewarna kristal violet, larutan lugol, larutan alkohol (bahan pemucat) 95%, dan zat pewarna berupa zat warna safranin.

Sebelum dilakukan pewarnaan gram, yang harus dilakukan adalah membuat apusan bakteri terlebih dahulu. Cara membuat apusan bakteri yaitu, pertama nyalakan bunsen terlebih dahulu. Pada setiap pengerjaan mikrobiologi usahakan untuk bekerja di dekat bunsen agar lingkungan tetap steril dan menghindari kontaminan. Setelah menyalakan bunsen, sterilkan gelas objek dengan kapas yang sudah diberi alkohol 70%. Perhatikan serabut kapas yang ada di gelas objek, jangan sampai tertinggal satu helaipun serabut kapas karena dapat mengganggu pada saat melakukan pengamatan bentuk bakteri di bawah mikroskop. Kemudian lalukan gelas objek di sekitar api bunsen yang menyala untuk memastikan kesterilan gelas objek. Setelah itu oleskan akuades steril terlebih dahulu pada gelas objek dengan menggunakan ose loop setipis mungkin. Kemudian buka sumbat tabung yang berisi sampel bakteri dan ambil sampel dengan menggunakan ose loop steril pada permukaan agar dan jangan sampai menggores agarnya. Setelah pengambilan sampel, bibir tabung di lalukan pada api bunsen dan tutup kembali dengan sumbat. Setelah itu oleskan sampel setipis mungkin pada gelas objek dengan penyebaran yang merata. Kemudian lakukan fiksasi dengan cara melalukan gelas objek di atas api secara cepat.

Setelah apusan bakteri kering dilanjutkan dengan pewarnaan gram. Cara pewarnaan gram yaitu, pertama teteskan pewarna Kristal violet selama satu menit di atas film pada gelas objek. Kemudian bilas dengan akuades dengan cara membilas gelas objek pada posisi miring. Kemudian keringkan setelah kering tetesi dengan lugol selama satu menit lalu bilas kembali dengan akuades dan keringkan. Setelah kering hilangkan warna pada gelas objek dengan menggunakan alkohol 95% selama 10 – 20 detik lalu bilas dengan akuades dan keringkan kembali. Kemudian warnai dengan larutan safranin selama 20 detik lalu bilas dengan akuades dan keringkan dengan kertas serap. Setelah pewarnaan selesai, siapkan cover glass dan bersihkan dengan menggunakan kapas yang sudah di beri alkohol 70%. Kemudian letakkan cover glass di atas bakteri yang telah di warnai dan lakukan pengamatan di bawah mikroskop. Setelah semuanya dilakukan sesuai prosedur, pewarnaan gram tersebut akan menghasilkan warna merah dan ungu atau biru. Bakteri yang diwarnai dengan pewarnaan gram ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif. Bakteri Gram positif akan mempertahankan zat pewarna kristal violet sehingga akan terlihat berwarna ungu di bawah mikroskop. Sedangkan bakteri gram negatif akan kehilangan zat pewarna kristal violet setelah dicuci dengan alkohol, dan pada saat diberi zat pewarna safranin akan tampak berwarna merah. Perbedaan warna ini disebabkan oleh perbedaan dalam struktur kimiawi dinding selnya.

Larutan yang digunakan pada pewarnaan gram memiliki 2 fungsi yaitu ada larutan pengucak dan larutan pembanding. Yang termasuk larutan pengucak adalah alkohol yang berfungsi untuk membersihkan sisa warna yang masih tertinggal dalam sampel yang akan diamati. Sedangkan larutan pembanding ini berfungsi sebagai patokan apakah sampel tersebut mempertahankan Kristal violet atau tidak sehingga dengan adanya larutan pembanding inilah kita bisa menentukan sampel mana yang tergolong gram positif dan gram negatif.

Selanjutnya, penambahan safranin berguna sebagai pewarna pada pengamatan bakteri ini. Hal ini terkait dengan hubungan antara bakteri dan zat pewarna basa yang menonjol yang disebabkan asam nukleat dalam jumlah besar dalam protoplasma sel bakteri. Jadi, jika bakteri diberi warna, muatan negatif dalam asam nukleat bakteri akan bereaksi dengan ion positif dalam zat pewarna basa. Sebaliknya, zat pewarna asam akan ditolak oleh muatan negatif bakteri secara menyeluruh. Jadi, ketika bakteri diolesi dengan zat pewarna, asam akan menghasilkan pewarnaan pada daerah latar belakang saja.

Bakteri gram positif dan gram negatif, didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap warna tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pewarnaan gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel. Bakteri yang digolongkan dalam jenis bakteri gram negatif memiliki lapisan membran yang selapis saja, sedangkan bakteri gram positif memiliki membran yang agak tebal sehingga dapat hidup pada keadaan lingkungan yang ekstrim, seperti pH yang rendah, suhu tinggi dan lain sebagainya. Bakteri yang bersifat patogen pada umumnya adalah bakteri yang digolongkan dalam bakteri yang memiliki gram negatif. Karena memiliki membran yang tebal dan kuat sehingga bakteri yang bersifat patogen dapat hihup pada keadaan atau lingkungan yang kurang baik. Perbedaan mendasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif, sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alkohol memungkinkan hilang dari sel. Bakteri gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi peptidoglikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negatif lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3nm).

VII. KESIMPULAN

Kesimpulan dari praktikum pengamatan bentuk bakteri dan khamir ini adalah :

  1. Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium bifidum, Lactobacillus bulgaricus, dan Streptococcus thermophilus termasuk bakteri gram positif.
  2. Teknik pewarnaan gram harus sesuai prosedur karena jika tidak sesuai prosedur dapat mengakibatkan kesalahan identifikasi antara gram positif dan gram negatif.
  3. Bakteri gram positif adalah bakteri yang dapat mempertahankan zat warna kristal violet pada saat proses pewarnaan gram sehingga akan berwarna biru atau ungu ketika diamati di bawah mikroskop.
  4. Bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak dapat mempertahankan zat warna kristal violet pada saat proses pewarnaan gram sehingga akan berwarna merah jika diamati di bawah mikroskop.
  5. Perbedaan mendasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya.
  6. Khamir merupakan mikroba bersel tunggal dan berukuran antara 5-20µ.

DAFTAR PUSTAKA

Fardiaz, Srikandi. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sukarminah, Een., dkk. 2008. Mikrobiologi Pangan. Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Industri Pertanian universitas Padjadjaran, Jatinangor.

Sumanti, Debby M., dkk. 2008. Diktat Penuntun Praktikum Mikrobiologi Pangan . Universitas Padjajaran, Jatinangor.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bifidobacterium (di akses tanggal 5 maret 2011)

http://id.wikipedia.org/wiki/Lactobacillus_acidophilus (di akses tanggal 4 maret 2011)

http://id.wikipedia.org/wiki/Lactobacillus_delbrueckii_subsp._bulgaricus (di akses tanggal 4 maret 2011)

http://id.wikipedia.org/wiki/Pewarnaan_Gram (di akses tanggal 5 maret 2011)

Jawaban Pertanyaan

  1. Sebutkan kemungkinan jenis bakteri dan khamir sesuai dengan penglihatan di mikroskop (dilihat dari bentuk dan pewarnaan gram)!

Ada empat sampel bakteri yang diamati. Sampel A, Lactobacillus acidophilus. Sampel B, Bifidobacterium bifidum. Sampel C, Lactobacillus bulgaricu. Dan sampel D, Streptococcus thermophilus. Serta khamir yang berjenis Saccharomyces cerevisiae.

  1. Mengapa pada bakteri harus dilakukan pewarnaan gram sebelum dilihat di bawah mikroskop?

Karena pada dasarnya bakteri tidak memiliki warna, atau transparan sehingga sulit untuk dilihat meskipun diamati di bawah mikroskop. Pewarnaan gram berfungsi untuk mewarnai bakteri dan memudahkan pengamatan pada saat diamati di bawah mikroskop.

  1. Sebutkan fungsi pewarnaan kristal violet dan safranin pada pewarnaan gram!

Kristal violet berfungsi sebagai pewarna primer yang akan memberi warna bakteri dan sebagai indikator bahwa bakteri sampel adalah bakteri gram positif. Sedangkan safranin sebagai pewarna sekunder, pewarna bakteri sampel yang tidak menyerap kristal violet, juga sebagai indikator bahwa bakteri sampel adalah bakteri gram negatif.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: