LAPORAN 2 (Pengujian Sanitasi Pekerja)

VI.       PEMBAHASAN

 

Laporan ini akan membahas hasil praktikum pengujian sanitasi pekerja yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 September 2012. Kontaminasi mikroorganisme dapat terjadi dari lingkungan, peralatan, dan pekerja pengolah pangan. Tangan, kaki, rambut serta bagian tubuh lainnya, nafas pekerja dan pakaiannya yang kurang bersih dapat mengkontaminasi bahan pangan.

Pada kulit kita sering terdapat bakteri pembentuk spora dan bakteri Staphylococcus, pada rambut sering terdapat kapang. Hasil dari beberapa survey membuktikan bahwa 43-97% pekerja pengolah pangan terkontaminasi oleh bakteri Staphilococcus, Coliform, dan Enterococcus, terutama pada tangan mereka.

Pengujian sanitasi pekerja ini dilakukan pada tangan dan rambut dengan tujuan untuk menghitung jumlah mikroorganisme yang mengkontaminasi pada bagian tubuh tertentu. Tangan yang digunakan yaitu kanan dan kiri dengan lima perlakuan, yaitu tidak dibersihkan, dibersihkan dengan air, dibersihkan dengan handsoap, dibersihkan dengan detol, dibersihkan dengan handsanitizer.

 

6.1 Uji Kebersihan Tangan

Ppraktikum kali ini, dilakukan pengujian sanitasi pekerja melalui uji kebersihan tangan. Uji kebersihan tangan dilakukan pada media PCA karena yang ditujukan hanya untuk menghitung jumlah koloni mikroorganisme yang tumbuh. Uji ini dilakukan dengan cara menempelkan jari tangan kanan dan kiri yang sudah diberi perlakuan pada cawan berisi media PCA yang selanjutnya diinkubasikan pada suhu 30oC selama 2 hari. Hasil pengamatannya dapat dilihat pada Tabel A.

Tabel A. Uji Kebersihan Tangan

Kelompok

Tangan

Jumlah Koloni

1

Kanan

2

Kiri

30

2

Kanan

TBUD

Kiri

26

3

Kanan

73

Kiri

64

4

Kanan

15

Kiri

12

5

Kanan

19

Kiri

45

(Sumber : Dokumen Pribadi, 2012)

Berdasarkan hasil pengamatan, perlakuan yang dilakukan oleh kelompok 1 yaitu tidak dibersihkan dimana pada PCA terdapat 31 koloni bakteri yang tumbuh. Hal ini kemungkinan terjadi karena praktikan yang tangannya dijadikan sampel mencuci tangannya menggunakan sanitizer terlebih dahulu sebelum itu, atau memang praktikan tersebut sangat menjaga kebersihan. Perlakuan yang dilakukan kelompok 3 dan 5 menggunakan handsoap dan handsanitizer, sehingga koloni bakteri yang tumbuh pada PCA berjumlah 164 dan 64. Hal ini menunjukkan perlakuan dengan menggunakan handsoap dan handsanitizer tersebut kurang efektif. Perlakuan menggunakan detol yang dilakukan oleh kelompok 4 sangat efektif untuk mereduksi jumlah bakteri karena pada  PCA hanya tumbuh 27 koloni. Perlakuan yang dilakukan oleh kelompok 2 menggunakan pembersihan tangan dengan air biasa sangat tidak efektif karena pada PCA dari sampel tangan kanan, bakteri yang tumbuh TBUD. Menurut teori juga sama seperti hasil yang kita dapat yaitu tangan yang tidak dicuci mempunyai bakteri yang banyak, tangan yang dicuci dengan air mempunyai jumlah bakteri yang sedang, tangan yang dicuci dengan alkohol 70% mempunyai jumlah bakteri yang sedikit karena alkohol 70% efektif untuk mematikan bakteri, dan tangan yang dicuci dengan antiseptik mempunyai jumlah bakteri paling sedikit karena sabun antiseptik efektif untuk membersihkan tangan dari kuman dan bakteri sehingga sebagian dari kuman dan bakteri mati. Dan juga sabun antiseptik sudah diuji oleh berbagai ahli, sehingga sabun antiseptik berguna untuk konsumen yang memakainya.

Tangan kanan banyak digunakan untuk melakukan aktivitas, oleh karena itu tangan kanan lebih rentan terkena bakteri dibandingkan tangan kiri walaupun tidak menutup kemungkinan tangan kiri juga mengandung bakteri. Pada saat pengamatan, tangan kanan banyak mengandung koloni bakteri tetapi jumlah koloni berbeda-beda tergantung perlakuan masing-masing daripada tangan kiri.

 

6.2 Pengujian Kontaminasi Rambut

Praktikum kali ini dilakukan pengujian sanitasi pekerja melalui uji kontaminasi dari rambut. Rambut diuji dengan media NA dan PDA sehingga dapat diketahui bakteri dan kapang, karena rambut juga banyak mengandung kapang. NA untuk bakteri, dan PDA untuk kapang dan khamir. Uji ini dilakukan dengan cara meletakkan rambut pada cawan berisi media NA dan PDA secara aseptis yang selanjutnya diinkubasikan pada suhu 30oC selama 3. Hasil pengamatan dapat dilihat pada Tabel B. Pengamatan dilakukan pada jumlah koloni mikroorganisme yang tumbuh pada media dan kemudian dihitung unit koloni/100 cm2 dengan menggunakan rumus :

 

Tabel B. Uji Kebersihan Rambut

Kelompok Jumlah Koloni Unit Koloni Keterangan

1

PDA : 14

71,33

Sudah keramas

NA : 22

112,10

2

PDA : 2

9,07

Belum keramas

NA : 8

33,6

3

PDA : pink 1, putih 15

72,5604

Belum keramas

NA : 102

462,5724

4

PDA : pink : 18, Putih : 13

155,47

Sudah keramas

NA : 55

259,11

5

PDA : pink 22, putih : 10

144,16

Belum keramas

NA : 55

280,25

(Sumber : Dokumen Pribadi, 2012)

Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa orang yang sudah keramas masih banyak terdapat mikroorganisme kontaminan di rambutnya. Dan orang yang belum keramas juga belum tentu terdapat mikroorganisme kontaminan pada rambutnya. Orang yang sudah keramas tersebut kemungkinan mendapat kontaminasi dari helm yang dipakainya saat pergi kuliah. Helm tersebut jika jarang dicuci dengan baik dapat menjadi tempat mikroorganisme tumbuh. Kemungkinan lain penyebabnya yaitu saat praktikan memasukkan rambuk ke dalam cawan petri tidak dilakukan secara aseptis sehingga banyak mikroorganisme kontaminan yang tumbuh pada media NA dan PDA.

Untuk mencegah kontaminasi/pencemaran dari pekerja, maka dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut, antara lain:

  1. memelihara rambut dan kumis atau jenggot agar tetap bersih dan pendek.
  2. merawat kuku tangan agar selalu pendek dan bersih
  3. melepas semua perhiasan sebelum mulai bekerja
  4. mencuci tangan sebersih-bersihnya dengan air dan sabun
  5. memakai baju kerja dan penutup kepala yang bersih
  6. jangan menangani pangan jika sedang sakit atau baru sembuh
  7. gunakan sarung tangan untuk memegang bahan pangan
  8. tidak makan/minum selama bekerja

Tangan dan rambut sangat rentan terkena bakteri dan kapang karena udara kotor mudah menempel pada tangan dan rambut. Tangan yang dicuci air belum tentu bersih karena air yang digunakan untuk membersihkan banyak tercemar kuman dan bakteri sehingga perlu menggunakan bahan antiseptik untuk menghilangkan bakteri dan kapang yang menempel pada bagian kulit.

 

VII.     KESIMPULAN

 

  • Perlakuan kelompok 1 yaitu tidak dibersihkan dimana pada PCA terdapat 31 koloni bakteri yang tumbuh.
  • Perlakuan yang dilakukan kelompok 3 dan 5 menggunakan handsoap dan handsanitizer, sehingga koloni bakteri yang tumbuh pada PCA berjumlah 164 dan 64.
  • Perlakuan menggunakan detol yang dilakukan oleh kelompok 4 sangat efektif untuk mereduksi jumlah bakteri karena pada  PCA hanya tumbuh 27 koloni.
  • Perlakuan yang dilakukan oleh kelompok 2 menggunakan pembersihan tangan dengan air biasa sangat tidak efektif karena pada PCA dari sampel tangan kanan, bakteri yang tumbuh TBUD.
  • Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa orang yang sudah keramas masih banyak terdapat mikroorganisme kontaminan di rambutnya. Dan orang yang belum keramas juga belum tentu terdapat mikroorganisme kontaminan pada rambutnya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Gobel, B. Risco, dkk., 2008. Mikrobiologi Umum Dalam Praktek. Makassar : Universitas Hasanuddin.

 

Lay, Bibiana, W., 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, Pt Raja Grafindo Persada, Jakarta.

 

Pelczar, Michael W., 1994, Dasar-Dasar Mikrobiologi 1, UI Press, Jakarta.

 

Volk, Wesley, A., Margaret F. Whleer, 1998, Mikrobiologi Dasar, Erlangga, Jakarta.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: